{"id":170,"date":"2026-06-05T03:20:33","date_gmt":"2026-06-05T03:20:33","guid":{"rendered":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/?p=170"},"modified":"2026-06-10T08:28:24","modified_gmt":"2026-06-10T08:28:24","slug":"peran-pendidikan-agama-islam-di-era-digital","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/2026\/06\/05\/peran-pendidikan-agama-islam-di-era-digital\/","title":{"rendered":"Peran Pendidikan Agama Islam di Era Digital"},"content":{"rendered":"[et_pb_section admin_label=&#8221;section&#8221;]\n\t\t\t[et_pb_row admin_label=&#8221;row&#8221;]\n\t\t\t\t[et_pb_column type=&#8221;4_4&#8243;][et_pb_text admin_label=&#8221;Text&#8221;]\n<p>Di tengah perkembangan teknologi, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual. Mahasiswa PAI dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan media digital. Penguasaan teknologi ini membantu mereka dalam menyampaikan dakwah maupun mengajar secara lebih kreatif.<\/p>\n\n\n\n<p>Selain itu, era digital membuka peluang baru bagi pendidik PAI untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Melalui media sosial, website, hingga platform e-learning, nilai-nilai Islam dapat diajarkan dengan cara yang lebih interaktif. Inilah yang membuat lulusan PAI relevan dengan kebutuhan zaman.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan bekal ilmu agama yang mendalam, keterampilan pedagogik, serta penguasaan teknologi, mahasiswa PAI Universitas Alma Ata dipersiapkan menjadi pendidik yang visioner. Mereka bukan hanya guru, tetapi juga agen perubahan yang menguatkan nilai keislaman di tengah tantangan modern.<\/p>\n[\/et_pb_text][\/et_pb_column]\n\t\t\t[\/et_pb_row]\n\t\t[\/et_pb_section]","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di tengah perkembangan teknologi, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual. Mahasiswa PAI dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan media digital. Penguasaan teknologi ini membantu mereka dalam menyampaikan dakwah maupun mengajar secara lebih kreatif. Selain itu, era digital membuka peluang baru bagi pendidik PAI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":174,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"on","_et_pb_old_content":"<!-- wp:paragraph -->\n<p>Di tengah perkembangan teknologi, Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai moral dan spiritual. Mahasiswa PAI dituntut tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga mampu beradaptasi dengan media digital. Penguasaan teknologi ini membantu mereka dalam menyampaikan dakwah maupun mengajar secara lebih kreatif.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Selain itu, era digital membuka peluang baru bagi pendidik PAI untuk menjangkau masyarakat lebih luas. Melalui media sosial, website, hingga platform e-learning, nilai-nilai Islam dapat diajarkan dengan cara yang lebih interaktif. Inilah yang membuat lulusan PAI relevan dengan kebutuhan zaman.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->\n\n<!-- wp:paragraph -->\n<p>Dengan bekal ilmu agama yang mendalam, keterampilan pedagogik, serta penguasaan teknologi, mahasiswa PAI Universitas Alma Ata dipersiapkan menjadi pendidik yang visioner. Mereka bukan hanya guru, tetapi juga agen perubahan yang menguatkan nilai keislaman di tengah tantangan modern.<\/p>\n<!-- \/wp:paragraph -->","_et_gb_content_width":"","_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-170","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=170"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":807,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/170\/revisions\/807"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=170"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=170"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pai.almaata.ac.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=170"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}